Haedar Nashir Resmikan Masjid KH Sudja PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta

0

Masjid KH Sudja di Kompleks RS PKU Gamping Yogyakarta sudah diresmikan.

YOGYAKARTA – Masyarakat Yogyakarta boleh berbangga. Kali ini, mereka memiliki sebuah masjid cukup megah, yakni Masjid KH Sudja.

Masjid tersebut berada di Jalan Wates, Bodeh, Ambarketawang, Gamping, Sleman. Tepatnya, di pintu gerbang jalan masuk Kompleks RS PKU Muhammadiyah, Gamping, Sleman.

Selain berada persis di pinggir jalan nasional, keistimewaan masjid berlantai tiga seluas 4.000 meter per segi tersebut, berkontruksi baja dan beton ini memiliki atap berupa kaca. Keberadaan Masjid KH Sudja RS PKU Muhammadiyah Gamping ini untuk menyediakan tempat ibadah yang mampu menampung para jamaah yang berasal karyawan RS PKU Muhammadiyah Gamping, masyarakat sekitar, maupun bagi para musafir.

Nama masjid diambil dari nama tokoh Muhammadiyah yang merupakan sahabat KH Ahmad Dahlan yaitu KH Sudja. Beliau merupakan salah satu pencetus berdirinya PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem). Serta satu di antara empat tokoh yang menjadi pejuang Muhammadiyah generasi awal yang lahir dari trah KH. Hasyim.

Masjid iconik ini sempat viral di media sosial (medsos). Sebab, masjid ini merupakan satu-satunya masjid beratapkan kaca yang ada di wilayah Yogyakarta atau mungkin di Indonesia.

Direktur RS PKU Muhammadiyah Gamping dr Ahmad Faisol berharap, masjid tersebut menjadi masjid yang transit bagi para musafir sekaligus pusat dakwah dan ibadah masyarakat sekitarnya.

“Selain menjadi masjid yang megah dan makmur. Semoga menjadi pusat transit umat yang melewati RS PKU Muhammadiyah. Baik dari arah kota Yogyakarta atau yang hendak ke kota Yogyakarta. Mengingat lokasi ini merupakan jalur menuju  bandara baru YIA di Kulonprogo,” kata Faisol saat peresmian masjid, Rabu (16/11/2022).

Selain agenda peresmian masjid KH Sudja, dalam kesempatan ini sekaligus digunakan sebagai momentum menyambut Muktamar Muhammadiyah ke-48 yang akan digelar di Kota Surakarta Solo tanggal 18-20 November 2022.

Ia menambahkan, pelaksanaan soft launching penggunaan masjid KH Sudja untuk sholat fardu ini waktunya bersamaan dengan hari ber-muhammadiyah-bakti untuk negeri. Salah satu program rutin keluarga besar PKU Muhammadiyah Gamping. Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan bakti sosial, berupa pembagian secara simbolis 200 paket bingkisan menyasar pegawai (cleaning service, sopir ambulance dan lainnya), masyarakat sekitar, kelompok difabel dan panti asuhan, serta penderita TBC resisten obat.

Ketua PP Muhammadiyah Bidang kesehatan dr Agus Taufiqurrahman mengapresiasi keberadaan masjid KH Sudja yang dibangun RS PKU Muhammadiyah Gamping. Ia berharap capaian-capaian ini terus menjadikan RS PKU Muhammadiyah menjadi amanah atas kepercayaan yang telah diberikan masyarakat.

Peresmian Masjid KH Sudja’ dilakukan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir. Haedar memaparkan, kegiatan ini merupakan simbolisasi spiritualitas Al Ma’un.

“Kita meresmikan masjid, ini simbol dari spiritualitas Al Ma’un dan spiritualitas Islam yang menempatkan hidup dan mati itu bermakna,” sebut Haedar.

Ia menambahkan, spirit Al-Maun inilah yang menjadi pegangan KH Ahmad Dahlan untuk memajukan masyarakat yang terjajah. Salah satunya sarananya melalui institusi kesehatan. PKU Muhammadiyah Yogyakarta juga merupakan rumah sakit pertama milik pribumi yang memiliki peran penting bagi bangsa, bahkan sebelum kemerdekaan. Harus digaris bawahi, peran PKU Muhammadiyah Yogyakarta yang merupakan karya anak bangsa yang diperuntukkan kepada bangsa melampaui bangunan fisiknya yang tua. Selain mengapresiasi langkah yang dilakukan RS PKU Muhammadiyah Gamping dan Kota Yogyakarta. Untuk RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta sebagai rumah sakit pertama yang di miliki pribumi dan ini tengah mengusahakan pembangunan PKU reborn.

Haedar berharap, rencana pembangunan ulang PKU Muhammadiyah Yogyakarta tersebut mendapat kemudahan dari pemerintah setempat, khususnya dalam hal perizinan.

Peresmian masjid ditandai penandatangan prasasti dilanjutkan pengguntingan untaian bunga oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir. Kemudian, dilanjutkan peninjauan kondisi masjid yang catnya didominasi warna putih dan abu-abu ini.

Kegiatan ini dihadiri para pengurus Muhammadiyah, staf dan sejumlah pengawai RS PKU Muhammadiyah Gamping, pamong, warga sekitar, maupun para tamu undangan. Juga terlihat hadir Sekda Sleman Harda Kiswaya.

Seperti diketahui, peletakan batu pertama pembangunan masjid ini dilakukan tahun 2017 yang juga dilakukan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Namun, dalam proses perjalanannya pembangunan masjid ini sempat mengalami hambatan, karena situasi pandemi Covid-19. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *