Skip to content

Primary Menu

  • Home
  • Nasional
  • Seputar Jambi
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Pendidikan

Selain Sekolah dan Orang Tua, Platform Wajib Ciptakan Ruang Digital Ramah Anak

editor1 June 12, 2026 0
Paramadina

Para peserta seminar bertajuk Saring sebelum Sharing di Ruang Multimedia SMP Perguruan Cikini, Jakarta.

JAKARTA – Selama ini, upaya menciptakan ruang digital ramah anak lebih ditekankan pada peningkatan literasi. Beban  tanggung jawab terbesar diserahkan pada pengguna. Seperti guru di sekolah dan orang tua di rumah.

Padahal, perkembangan digital tidak dapat dikendalikan pengguna. Ruang digital terus berkembang.  Karena itu, merupakan bisnis inti (core business) dari penyelenggara platform.  Karena itu, gerakan global mengarah pada upaya agar platform turut bertanggung jawab, bukan hanya secara sukarela tetapi wajib.

Hal ini dikemukakan Sekretaris Ditjen Pengawasan Ruang Digital Kemdigi Mediodecci Lustarini dalam seminar bertajuk Saring sebelum Sharing di Ruang Multimedia SMP Perguruan Cikini, Jakarta, beberapa waktu lalu ( 4/6/2026).

Menurutnya, hal itu yang mendorong pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, yang salah satu tujuannya adalah  membuat regulasi bagi penyelenggara platform.

“Dengan adanya PP Tunas, tanggung jawab penyelenggara platform bagi terciptanya ruang digital yang sehat dikodifikasi menjadi kewajiban. Orang tua juga menjadi terbantu. Banyak orang tua yang tidak tahu bahwa mereka dapat megontrol anak dengan teknologi. Karena apa? Karena ada  gap antara  orang tua dan anak. PP ini kita harapkan dapat menjembatani antara regulasi dan literasi digital,” papar Mediodecci.

Seminar tersebut diselenggarakan 10 mahasiswa program magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina Jakarta bekerja sama dengan SMP Perguruan Cikini, Jakarta, yang berdiri sejak 1956. Ke-10 mahasiswa tersebut tergabung dalam kelompok studi Bertunas Digital. Mereka adalah Alfaddillah, Ammar Mandili Lubis, Dewinta Diah Wismasari, Diaz Ajeng Pradila, Eben Ezer Siadari, Fajar Nur Rohmah, Ridho Ikhsan, Sheila Merista, Suryanto Kurniawan Putra, dan Tajussarofi. Penyelenggaraan seminar merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi sebagai bagian dari kegiatan studi mereka.

Selain Mediodecci, tampil sebagai narasumber, Dosen Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina Jakarta Dr. Tatik Yuniarti, M.I.Kom dan Alfadillah, ketua kelompok mahasiswa Bertunas Digital. Turut hadir Sekretaris Program Studi Magister Komunikasi Universitas Paramadina Wahyutama Ph.D, Kepala Sekolah SMP Perguruan Cikini Sugeng Ependi S.Si, dan Wakil Kepala Sekolah Zakiyatul Fikriyyah, S. Pd.

Dalam paparannya yang berjudul “Internet Baik, Anak Hebat: Menjadi Generasi Digital yang Kritis dan Beretika,” Mediodecci memperlihatkan penetrasi internet di Indonesia pada 2025, mencapai 80,66 persen dengan sekitar 229,94 juta pengguna. Sekitar 79,73 juta adalah anak Gen Alpha di bawah 13 tahun.

“Hari ini, anak-anak hidup di dua ruang sekaligus. Yakni, ruang nyata dan ruang digital dan keduanya sama-sama memengaruhi tumbuh kembang mereka. Karena itu, ruang digital tidak bisa lagi dianggap sekadar tempat hiburan, melainkan ruang hidup anak yang harus dijaga agar tetap aman, sehat, dan mendukung perkembangan mereka,” kata Mediodecci.

PP Tunas, lanjut dia, menempati posisi sebagai sabuk pengaman, bukan untuk membatasi gerak anak, tetapi untuk menjaga mereka tetap aman saat menggunakan ruang digital.

“Tunas dimaknai sebagai ‘Tunggu Anak Siap’, yaitu prinsip bahwa akses anak ke platform digital perlu disesuaikan dengan kesiapan usia dan tingkat risikonya,” kata Mediodecci.

Seminar dihadiri 73 siswa kelas VII dan VIII  serta 10 guru dan tenaga pendidik dan 10 orang tua, berlangsung dalam suasana akrab. Para siswa antusias, terlihat dari spontanitas mereka menceritakan pengalaman  menggunakan ruang digital.

Alfadillah mengatakan, berangkat dari pemetaan sosial (social mapping) yang dilakukan terhadap murid SMP Perguruan Cikini, diketahui murid menghabiskan rata-rata 4–6 jam per hari di dunia digital.

“Durasi yang panjang ini menjadikan literasi digital penting agar apa yang mereka lihat dan alami tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga tetap aman dan bermanfaat bagi tumbuh kembang mereka,” kata Alfadillah.

Sementara itu, Dr Tatik Yuniarti menekankan, cara cerdas bermedia sosial dimulai dari kemampuan untuk memilih.

“Kita perlu lebih selektif dalam menentukan akun yang diikuti, video yang ditonton, informasi yang dipercaya, dan konten yang dibagikan. Jangan mudah percaya pada sesuatu hanya karena sedang viral, banyak ditonton, atau sering muncul di beranda,” kata Tatik.

Menggunakan media sosial secara cerdas, kata Tatik, juga berarti mampu mengendalikan diri.

“Kita perlu mengatur waktu penggunaan gawai. Jika media sosial mulai mengganggu belajar, waktu istirahat, hubungan dengan keluarga, atau kesehatan mental, berarti kita perlu mengevaluasi cara kita menggunakannya,” lanjut Dr. Tatik.

Seusai seminar, Alfadillah menjelaskan berdasarkan hasil pre-test dan pos-test terhadap penyelenggaraan kegiatan ini, diperoleh hasil yang menggembirakan.

“Terjadi peningkatan pemahaman peserta, terutama siswa SMP Perguruan Cikini, terkait literasi digital, risiko dan ancaman di ruang digital, serta prinsip perlindungan anak sesuai amanat PP Tunas,” kata Alfadillah.

Selanjutnya, hasil seminar akan dituangkan dalam bentuk rekomendasi kebijakan serta penelitian yang akan dipublikasikan di jurnal ilmiah nasional.

Kepala Sekolah SMP Perguruan Cikini, Sugeng Ependi S.Si, menyambut positif inisiatif kolaboratif tersebut. Menurut Sugeng, seminar edukasi ini datang pada waktu yang tepat di tengah semakin diperlukannya upaya menumbuhkan kecakapan digital dalam menghadapi berbagai dampak negatif penggunaan internet.

“Kami menyambut baik inisiatif kolaborasi dari mahasiswa Universitas Paramadina. Kami yakin kegiatan ini akan sangat bermanfaat dalam membentuk karakter anak didik kami agar lebih bijak, cerdas, dan beretika dalam menyebarkan maupun menerima informasi di ranah daring,” jelas Sugeng Ependi. (*)

Post navigation

Previous: Hadapi Ketidakpastian Global, Industri Asuransi Perkuat Resiliensi, Kepercayaan, dan Inovasi

Baca Juga :

UPN Veteran
  • Pendidikan

Dosen hingga Mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta Bersatu Tegas Tolak Segala Bentuk Kekerasan di Kampus

editor1 May 26, 2026 0
UNY-5
  • Pendidikan

Universitas Negeri Yogyakarta Terima 2.497 Mahasiswa Baru Jalur SNBT

editor1 May 26, 2026 0
UAJY
  • Pendidikan

KPBB Universitas Atma Jaya Yogyakarta Kembali Menggelar Program Jogja Istimewa

editor1 May 26, 2026 0

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Post

  • Selain Sekolah dan Orang Tua, Platform Wajib Ciptakan Ruang Digital Ramah Anak
  • Hadapi Ketidakpastian Global, Industri Asuransi Perkuat Resiliensi, Kepercayaan, dan Inovasi
  • Susun Strategi Net Zero Emmision, PT KAI Targetkan Pada Tahun 20260
  • Dirut BTN Ingatkan Bahaya Fomo dan Judol bagi Mahasiswa
  • DPLK Syariah Muamalat Dorong Masyarakat Lebih Partisipatif dalam Berinvestasi Pensiun

Archives

  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
  • April 2023
  • March 2023
  • February 2023
  • January 2023
  • December 2022
  • November 2022
  • October 2022
  • September 2022
  • August 2022
  • July 2022
  • June 2022
  • May 2022
  • April 2022
  • March 2022
  • February 2022
  • January 2022
  • December 2021
  • November 2021
  • October 2021
  • September 2021

aplikasi asuransi AXA Mandiri Bank Mandiri Bank Muamalat BMRI BUMN digital DPK ekosistem inovasi Investasi kerja sama Keuangan kinerja kolaborasi kredit layanan Lembaga Penjamin Simpanan literasi Livin' by Mandiri LPS mobile banking Muamalat DIN nasabah OJK Otoritas Jasa keuangan pelatihan pembiayaan penghargaan perbankan pertumbuhan program PT AXA Mandiri Financial Services PT Bank Muamalat Indonesia Tbk solusi telkomsel transaksi transformasi UMKM Universitas Negeri Yogyakarta Universitas Widya Mataram UNY UWM Yogyakarta Yogyakarta

  • Tim Redaksi
  • Info Kami
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
Copyright © All rights reserved | CoverNews by AF themes.