Manajemen J Trust Bank Yakin Mampu Tekan NPL Dibawah 3 Persen

0

Karyawan PT Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC) atau J Trust Bank tengah melayani transaksi keuangan nasabah di Jakarta, Senin (27/9/2021).

JAKARTA – Manajemen PT Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC) optimistis bisa menekan kredit bermasalah alias Non-Performing Loan (NPL) di bawah 3 persen pada akhir 2021. Korporasi tengah menyiapkan langkah optimal untuk menekan tingkat NPL yang per Juni 2021 tercatat sebesar 5,95%.

Direktur Utama Direktur Utama J Trust Bank Ritsuo Fukadai menegaskan, mereka memiliki jurus jitu untuk meningkatkan penyaluran kredit ke berbagai sektor yang tetap tumbuh di masa pandemi, seperti sektor manufaktur. Selain itu, perseroang berusaha terus meraih pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK).

“Pada semester pertama 2021, JTrust Bank telah mencapai Rp 13,70 triliun, dan meningkatkan permodalan demi memenuhi kebijakan target minimum modal Rp3 triliun pada akhir 2022,”ungkap Ritsuo, beberapa waktu lalu.

Ditambahkan Ritsuo, langkah optimal tersebut ditempuh dengan meningkatkan portofolio kredit yang bagus dan tetap settle pada sektor kredit-kredit yang ada. J Trust Bank berharap dengan meningkatkan porsi kredit yang berkualitas, tingkat NPL dapat diturunkan.

“Kita akan meningkatkan loan portofolio kita yang bagus untuk menekan NPL kita ini. Kita akan tetap settle dengan sektor-sektor kredit yang ada, tapi meningkatkan penyaluran ke sektor-sektor yang bagus,” imbuhnya.

Sementara itu, sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan NPL adalah multifinance dan properti. Mengingat kedua sektor ini adalah sektor yang paling terdampak selama masa pandemi.

“Sektor multifinance dan properti seperti hotel bisa dikatakan sebagai penyumbang NPL tinggi saat ini mengingat pandemi yang terjadi memberikan dampak parah terhadap sektor pariwisata. Sementara sektor dengan kontribusi pertumbuhan kredit yang positif adalah sektor manufaktur,” kata Senior Executive Vice President Business Widjaja Hendra.

Selain menekan tingkat NPL, J Trust Bank juga berupaya meningkatkan modalnya demi memenuhi kebijakan target minimum modal Rp3 triliun pada akhir tahun 2022 yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Upaya tersebut dilakukan melalui right issue dan investasi dari luar J Trust Bank.

“Para pemegang saham kita pasti akan concern dengan hal ini. Dan ke depannya, kita juga akan terbuka dengan injeksi modal dari pihak asing di luar kantor pusat kami di Tokyo,” katanya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *