Danantara Indonesia Akuisisi Hotel hingga Real Estate di Makkah Arab Saudi

0
Danantara

Danantara Indonesia, melalui Danantara Investment Management (DIM) mengakuisisi aset perhotelan dan real estate.

JAKARTA – Danantara Investment Management (DIM) memastikan akan mengelola aset tanah dan properti di Arab Saudi. Aset tersebut digunakan untuk pengembangan kawasan terpadu yang terletak sekitar 2,5 kilometer dari Masjid Al-Haram di Makkah.

Seperti diketahui, Danantara Investment Management (DIM), merupakan bagian dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia).

Kepastian tersebut usai Danantara Indonesia mengumumkan penandatanganan perjanjian terkait akuisisi dengan Thakher Development Company. Ini mencakup aset perhotelan dan real estat yang berlokasi di dalam kawasan Thakher City.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menjelaskan, transaksi tersebut mencerminkan langkah awal yang terukur dalam memasuki sektor hospitality di Makkah. Menurutnya, semua itu bagian dari strategi jangka panjang dan bertahap untuk mendukung upaya peningkatan layanan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia.
Setiap tahunnya, sudah menjadi rahasia umum bahwa jumlah jemaah umrah Indonesia tercatat mencapai lebih dari 2 juta orang. Sedangkan jumlah jemaah haji Indonesia secara konsisten berada di atas 200 ribu jemaah.
“Ini merupakan bagian langkah pertama kita, direncanakan membangun kampung haji. Kita ingin membangun Indonesia Hospitality berskala global,” ungkap Pandu, Senin (15/12/2025).

Dalam konteks tersebut, investasi terkait aset-aset pada fase tersebut mencakup satu hotel yang telah beroperasi serta rangkaian aset pengembangan berorientasi hospitality dengan potensi kapasitas hingga sekitar 5.000 kamar hotel. Semua itu seluruhnya tetap bergantung pada studi lanjutan serta persetujuan regulator yang berlaku.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Danantara Investment Management dan Thakher Development Company menyepakati akuisisi Novotel Makkah Thakher City. Ini merupakan hotel yang beroperasi dengan 1.461 kamar, serta 14 bidang tanah seluas total sekitar 4,4 hektare yang dialokasikan untuk pengembangan di masa depan.

Bidang-bidang tanah tersebut direncanakan untuk dikembangkan dalam suatu master plan terpadu yang mencakup fasilitas perhotelan, ritel, dan sarana pendukung lainnya. Semua itu selaras dengan kerangka pengembangan urban di Kota Makkah.
Transaksi tersebut didukung Al Khomasiah Real Estate Development sebagai mitra pengembangan lokal strategis yang menghadirkan keahlian pasar serta pengalaman pengembangan di Makkah. Kemitraan ini ditujukan untuk memastikan keselarasan dengan regulasi yang berlaku, praktik pengembangan, serta pertimbangan perencanaan jangka panjang di Kerajaan.
Kajian awal menunjukkan, dengan tetap bergantung pada studi teknis yang komprehensif serta pemenuhan seluruh proses regulasi yang berlaku, pengembangan aset-aset yang diakuisisi ini berpotensi mendukung penyediaan akomodasi dan layanan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia.

Perjanjian tersebut menjadi langkah awal dalam strategi pengembangan jangka panjang dan menyediakan kerangka kerja yang terstruktur untuk tahapan selanjutnya. Ini termasuk pengembangan, konstruksi, operasional perhotelan, serta layanan pendukung lainnya. Seluruh tahapan pengembangan tersebut bahal dilaksanakan melalui koordinasi dengan otoritas terkait di Arab Saudi dan Indonesia. tentu saja sejalan dengan proses perizinan dan tata kelola yang berlaku. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *